Kamis, 07 Mei 2015

Perubahan Sosial

Hai! :)
Semoga dalam kondisi sehat walafiat dan masih semangat ya..
Skepticalizm kali ini akan membahas mengenai perubahan sosial. Sebagai manusia yang mempunyai akal, tingkah laku kita bersifat dinamis. Kecenderungan untuk selalu berpikir mendorong kita untuk selalu mengeksplorasi hal-hal baru. Dan umumnya, manusia mencari kondisi nyaman dalam hidupnya, apabila sudah merasakan, misal cara hidup demikian sudah tidak pas, atau memakai pakaian ini lama-lama bosan, maka manusia akan mencari sesuatu hal yang baru. 
Dinamisnya hidup manusia membuat perubahan-perubahan dalam hidup. Nah, oleh karena itu perubahan sosial muncul. 

Perubahan sosial merupakan perubahan dalam sistem sosial. Sistem sosial sendiri terdiri dari dimensi kultural (budaya), struktural (struktur pemerintahan atau dalam hal kebijakan pemerintah), dan interaksi (hubungan dengan masyarakat lain). 

Lalu perubahan apa saja yang telah atau sedang dialami oleh manusia, bagaimana perubahan sosial bisa muncul dan apa akibatnya. bagaimana pola perubahan itu sendiri?
Baik, akan saya jelaskan satu persatu :)

Sejak jaman dahulu, kira-kira sejak abad 16, sudah banyak ahli yang telah mengemukakan mengenai perubahan sosial yang dialami manusia. Kalian pasti sudah tahu mengenai teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Inti dari teori evolusi adalah antara individu-individu jenis tertentu dijumpai berbagai variasi dan bahwa varian-varian yang lebih tahan terhadap keadaan lingkungan lebih berhasil mengembangkan diri daripada varian-varian yang lain. 
Perubahan secara lambat ini berkeyakinan bahwa manusia akan selalu berkembang menjadi manusia yang lebih maju dari sebelumnya walaupun dengan gerak yang lambat. Nah, Teori Darwin ini merupakan salah satu contoh teori yang menjelaskan perubahan sosial yang terjadi pada manusia. Lantas bagaimana teori-teori perubahan sosial lainnya yang berhubungan dengan sosiologi? Berikut penjelasannya.

Teori Perubahan Sosial 
Perubahan sosial mempunyai pola perubahan bermacam-macam. Pola perubahan yang pertama yakni perubahan yang terjadi secara lambat dari bentuk sederhana menuju kompleks dinamakan perubahan dengan perkembangan linier. Beberapa tokoh dari perubahan linier ini seperti August Comte (yang berpendapat tentang Hukum 3 Tahap: teologis, metafisik dan positifis) dan Emile Durkheim (solidaritas mekanik (yang mempunyai ciri-ciri masyarakat perdesaan) dan solidaritas organik (masyarakat perkotaan)

Perspektif perubahan sosial lain selain linier, adalah perubahan memiliki pola siklus, atau perubahan sebagai suatu siklus. Perubahan siklus tidak diketahui berawal dan berakhir dari mana sampai kemana. Perubahan ini menekankan serentetan proses yang terjadi berulang-berulang.

Perspektif yang ketiga adalah perspektif konflik. Teori konflik menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya proses disosiatif (kompetisi, kontravensi, dan konflik) dalam masyarakat. Dengan adanya konflik dimasyarakat, akan tercipta nilai dan norma baru hasil konsensus (kesepakatan) dari pihak-pihak yang berkonflik.

Perspektif terakhir, perubahan sosial merupakan proses adaptasi menuju sebuah keseimbangan akibat perubahan sosial dari luar. Jika terjadi perubahan, contohnya terjadi kenaikan harga BBM didunia, maka struktur -sturktur sosial di masyarakat akan menyesuaikan diri atau melakukan konsensus (kesepakatan), misalnya harga-harga makanan dan minuman ikut dinaikkan, biaya transportasi naik, biaya pendidikan naik.

Jenis-Jenis Perubahan
Perubahan dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenis.
a. Lama perubahannya : revolusi (cepat) dan evolusi (lambat)
b. Arah kemajuannya : perubahan maju (progress) dan mundur (regress)
c. Perencanaanya : perubahan yang direncanakan (intended change/contact change) dan tidak direncakan (unintended change/immanent change)
d. Dampak perubahannya : perubahan besar dan perubahan kecil

Faktor Pendorong Perubahan
Terdapat faktor internal dan eksternal yang mendorong terjadinya perubahan sosial. 
Faktor internal seperti revolusi, jumlah penduduk, adanya penemuan baru, dan konflik sosial. Sedangkan faktor eksternalnya adalah perubahan budaya dan peperangan.

Akibat Perubahan Sosial
Adanya perubahan sosial tidak serta merta masyarakat dapat langsung beradaptasi. Perubahan sosial dapat juga menimbulkan masalah baru. Perubahan yang terlalu cepat atau perubahan yang dipaksakan dengan cara radikal atau kekerasan akan mengakibatkan culture lag (ketertinggalan budaya) dan culture shock (keterkejutan budaya). 
- culture lag: kesenjangan akibat perubahan yang terlalu cepat, jauh meninggalkan kebudayaan manusia. Misalnya adanya internet namun tidak diikuti dengan budaya membaca masyarakat yang tinggi sehingga menimbulkan kesenjangan.
- culture shock: perubahan yang terlalu cepat membuat tidak dapat diikuti oleh masyarakat sehingga masyarakat sulit beradaptasi. Contohnya reformasi tahun 1998 yang menimbulkan krisis moneter membuat masyarakat sulit menerima perubahan karena terjadi dengan cepatnya.

Okay, sekian dulu penjelasan mengenai perubahan sosial. Materi berikutnya akan saya siapkan. Jangan lupa untuk menanyakan materi apabila belum jelas atau menyanggah bisa ditulis dikolom komentar atau via email di restilaila@gmail.com. See ya! :)

Rabu, 06 Mei 2015

Norma Sosial

Nah, pada tulisan saya sebelumnya telah dibahas mengenai nilai sosial. Kini saatnya kita untuk membahas norma sosial. Adakah diantara kalian yang sulit membedakan antara nilai dan norma? Agar tidak terjadi kebingunan akan saya jelaskan tentang norma sosial.
Jika nilai adalah sesuatu yang dianggap berharga, baik, benar, layak, yang bisa menjadi patokan hidup manusia dalam mencapai tujuan hidupnya, norma pun juga menjadi patokan dan pedoman. Letak perbedaannya adalah sanksi adanya sanksi yang terdapat norma sosial yang tegas dan menekan masyarakat agar berperilaku sesuai aturan.
Norma adalah aturan berperilaku, dimana peraturan tersebut memiliki kesamaan antara satu tempat dengan tempat yang lain. Jika seseorang melanggarnya maka bisa dianggap oleh masyarakat menyimpang. Bentuk norma ada yang tertulis namun ada juga yang tidak tertulis.
Baiklah, sekarang kita beranjak ke jenis-jenis norma sosial. Berdasarkan daya ikatnya, norma dapat dibagi menjadi:
1. Usage (cara) => menunjuk pada suatu perbuatan atau cara hidup seseorang. Usage berkaitan dengan perilaku yang sebenarnya sepele, menyangkut dengan kesopanan. Jika melanggar norma ini akan mendapat sanksi berupa teguran yang masih halus. Contoh usage adalah makan dengan tangan kanan dan tidak mengecap saat makan, bersalaman dengan tangan kanan, mengucapkan terima kasih setelah dibantu.
2. Folkways (tata cara) => merupakan perbuatan yang lazim dilakukan masyarakat dan dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. Jika melanggar norma ini seseorang akan mendapat teguran yang lebih keras dari usage serta dikucilkan karena perbuatannya tidak sesuai dengan aturan yang ada di masyarakat pada umumnya. Misalnya, anak yang selalu bersalaman dan berpamitan kepada orang tua saat berangkat ke sekolah.
3. Mores (tata kelakuan) => berupa larangan-larangan keras yang datang dari masyarakat yang biasa disebut sebagai tabu, misalnya larangan untuk incest (perkawinan sedarah), dan larangan berzina. Dibandingkan folkways, mores memiliki ancaman sanksi yang lebih keras, sifat sanksi informal seperti hinaan, gosip. Pelanggaran terhadap mores selalu sangat disesali, sehingga orang berusaha agar tidak melanggarnya.
4. Custom (adat istiadat) => aturan dalam masyarakat adat yang apabila ada yang melanggar, maka akan dikucilkan.
5. Law (hukum) => aturan tertulis yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan berfungsi sebagai landasan berperilaku sehingga tercipta ketertiban sosial. Jika ada yang melanggarnya maka akan dikenai sanksi berupa denda, atau bahkan kurungan penjara.
Demikian materi mengenai norma sosial. Jangan lupa, jika ada yang ingin bertanya bisa melalui via email di restilaila@gmail.com. Selamat belajar!

about me

Foto saya
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
trying to be understand about people with their behaviour