Senin, 04 Mei 2015

Interaksi Sosial

Hallo, pembahasan kali ini akan mengupas tentang interaksi sosial. Pasti kalian sering sekali mendengar atau melihat tulisan interaksi, dan tanpa kalian sadari kalian telah melakukannya! Ya, interaksi adalah proses timbal balik antarsesama manusia dimana mereka memakai simbol dan dipahami oleh pihak-pihak yang melakukan interaksi. Nah, secara sosiologis interaksi akan terjadi apabila ada kontak (yaitu pihak-pihak saling bertemu) dan komunikasi, dua hal inilah yang disebut sebagai syarat interaksi sosial. Untuk syarat kontak, kalau diera modern seperti saat ini sudah agak bergeser. Maksudnya, antarmanusia sekarang dapat melakukan interaksi tanpa harus bertemu. Nah, untuk proses interaksi dimana pihak yang berinteraksi saling bertemu langsung dinamakan kontak primer. Kalau tidak langsung, misal melalui BBM, Line, WA, Massanger, SMS, email dll dinamakan kontak sekunder. Namun komponen interaksi sampai kapanpun selalu tetap, yaitu: komunikator, komunikan, pesan dan timbal balik.
Tindakan manusia selalu didorong oleh motif-motif tertentu sehingga membentuk pola. Dalam hubungannya dengan interaksi sosial, terdapat beberapa hal yang mendorong seseorang melakukan interaksi, seperti diantaranya:
a.       Imitasi                   : proses meniru idolanya (sebatas penampilan, dan gaya berbicara yg ditiru)
b.      Identifikasi          : proses imitasi yang berkelanjutan, dimana yang ditirunya tidak hanya sebatas meniru penampilan saja, namun juga meniru sifat, karakter, falsafah hidup atau ideologi idolanya. Sehingga identifikasi bisa dikatakan sebagai proses menyamakan diri.
c.       Simpati                 : simpati adalah perasaan ikut sedih, atau gembira. Misalnya ada teman yg terkena musibah maka teman-teman yang lain sebatas ikut prihatin.
d.      Empati                  : merupakan proses simpati yang berkelanjutan. Jadi apabila kita lihat contoh diatas, jika kasusnya seseorang merasa empati maka dia tidak hanya ikut prihatin namun juga memberi bantuan langsung.
e.      Motivasi               : adalah dorongan. Biasanya seseorang yang merasa sedih atau hampir putus asa, jika ada yang memberi motivasi maka dia akan semangat kembali.
f.        Sugesti                 : pengaruh. Seseorang yang tersugesti berada dalam posisi yang tidak netral sehingga dia bisa terpengaruh apa yang telah dikatakan orang lain kepadanya. Misalnya iklan.
Nah, seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa interaksi sosial merupakan pemahaman manusia terhadap tindakan individu atau kelompok lain dengan menggunakan simbol, pemaknaan tindakan menjadi sangat penting. Terkadang kita tidak habis pikir dengan tindakan orang lain yang dirasa kurang rasional. Namun rasional atau tidak merupakan sesuatu hal yang sebenarnya relatif dan bersifat subjektif. Tokoh sosiologi, Max Weber, mengklasifikasikan empat jenis tindakan rasional yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat.
a.       Tindakan rasional instrumental
Tindakan seseorang yang berusaha memenuhi tujuan dengan cara-cara atau alat tertentu. Berarti tindakan yang dilakukan seseorang secara sadar dilakukan atas dasar pertimbangan secara matang. Misalnya, seorang dosen lulusan S2 yang ingin naik pangkat, maka dia memutuskan untuk kuliah S3. Tindakan ini termasuk dalam jenis tindakan rasional instrumental, dimana dia memiliki tujuan yaitu menaikkan pangkatnya dengan cara kuliah S3.
b.      Rasional berorientasi nilai
Tindakan yang dilakukan seseorang sebenarnya sudah mengandung nilai dimana tujuan dari tindakan tersebut otomatis juga terdapat didalamnya. Cara atau alat dari tindakan ini hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar (Narwoko, J Dwi. & Bagong Suyanto, 2011: 19). Misalnya adalah perilaku beribadah, tindakan orang yang melakukan ibadah secara otomatis sudah mengandung nilai agama bukan? Contoh tindakan lainnya adalah seseorang sedang naik kendaran umum dan memberikan tempat duduknya kepada ibu hamil. Tindakan tersebut juga mengandung nilai. Intinya tindakan dengan sifat rasional nilai sebenarnya sudah mengandung nilai.
c.       Tindakan tradisional
Tindakan ini menganut pada adat istiadat atau kebiasaan masyarakat.
d.      Tindakan afektif
Tindakan ini didasarkan atas emosi atau rasa kasih sayang.
Sosiologi selalu berbicara tentang realita. Realita dalam masyarakat tidak selalu manis, dan di dunia ini selalu ada dua sisi yang berbeda. Dalam berinteraksi, terkadang tidak selalu berjalan mulus dan dapat menimbulkan konflik. Maka oleh tokoh sosiologi, interaksi dibedakan menjadi bentuk interaksi, yaitu.
a.       asosiatif (berbentuk kerja sama dan saling menguntungkan)
jenis-jenisnya adalah
1)      kerjasama (cooperation), dibagi dalam bentuk-bentuk berikut ini.
-          koalisi (penggabungan dua kelompok)
-          joint venture (patungan)
-          bergaining (tawar menawar)
-          kooptasi (penerimaan unsur-unsur baru)
2)      akomodasi (cara-cara penyelesaian konflik)
3)      asimilasi (peleburan dua budaya dimana budaya lama melebur menjadi budaya baru)
4)      akulturasi (peleburan dua budaya dimana budaya lama tidak hilang)
b.      disosiatif (merupakan interaksi dengan dampak negatif)
-          kompetisi (persaingan)
-          kontravensi (menghina, memprovokasi, memfitnah dll)
-           konflik (perselisihan dua pihak)
Dua sisi positif dan negatif ini akan selalu terjadi dalam masyarakat. Dan kita sebagai bagian dari masyarakat, tentunya harus lebih bijak dalam menentukan tindakan.
Semoga tulisan ini bermanfaat J silakan bertanya dengan mengirim email ke restilaila@gmail.com apabila belum jelas..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

about me

Foto saya
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
trying to be understand about people with their behaviour